Selasa, 14 Januari 2014

Waspada, Penyakit Terselubung Mengintai Anda!

 


 


Saat ini, makin banyak saja penyakit yang sulit terdeteksi sejak awal dengan gejala yang baru muncul ketika penyakit sudah menggerogoti tubuh. Kenali apa saja penyakit terselubung yang paling berbahaya dan bagaimana mengantisipasinya!

Ingatkah Anda dengan presenter olahraga Ricky Johannes yang terkena serangan jantung mendadak kemudian meninggal? Penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit terselubung, alias silent killer disease. Disebut silent killer karena jenis penyakit ini sulit dideteksi sejak awal dan gejala-gejalanya baru muncul ketika sudah kronis. Penyakit terselubung dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Untuk menghindarkan Anda dari berbagai penyakit terselubung, yuk, kenali jenis-jenis dan cara mengantisipasinya!

Serangan Jantung
Serangan jantung adalah penyakit terselubung paling mematikan. Gejalanya berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa di antaranya adalah dada terasa sesak, perut mual, timbul perasaan cemas, rasa sakit yang menjalar, dan juga detak jantung berdenyut lebih cepat.

Penyakit jantung disebabkan oleh penumpukan makanan yang tak sehat. “Kematian mendadak karena serangan jantung sangat erat hubungannya dengan konsumsi makanan yang sarat lemak dan gula,” ungkap dr John F Knight dalam bukunya yang berjudul “Family Medical Care”.

Meski begitu, penyakit jantung dapat diantispiasi sejak dini. Anda dapat memulai gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, olahraga teratur, dan memperbanyak minum air putih. Makanan yang tinggi serat, seperti sayur dan buah juga dapat mencegah penyakit jantung. Jangan makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Selain itu, yang paling penting hindari stres. Stres yang berlebihan dapat memicu serangan jantung.


Tekanan Darah Tinggi
Anda sering mengalami gejala-gejala sakit kepala, sesak nafas, hidung berdarah, mudah lelah, penglihatan kabur, dan telinga berdengung? Hati-hati karena bisa jadi Anda terkena tekanan darah tinggi. Sama seperti jantung, darah tinggi juga termasuk penyakit terselubung yang mematikan.

“Penyakit ini dapat diantisipasi dengan mengurangi konsumsi garam, alkohol, serta kafein,” tutur dr Joel Fuhrman dalam website resminya. Tambah asupan makanan yang mengandung kalium, magnesium, dan kalsium seperti pisang, kentang, beras merah, serta sayuran hijau. Perbanyak olahraga dan menghindari stres juga dapat mencegah hipertensi. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengecek tekanan darah Anda ke dokter.

Diabetes
Banyak yang tak menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes karena mengabaikan gejala-gejala seperti sering haus dan sering buang air kecil, seperti yang dikatakan oleh dr Desmond Schatz kepada wftv.com. Selain itu, jika Anda terluka dan luka tersebut sulit disembuhkan, itu adalah gejala awal diabetes.

Berat badan yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan diabetes. Untuk itu, salah satu tindakan untuk mengantisipasi diabetes adalah dengan menurunkan berat badan dan menjaganya tetap dalam batas normal. Termasuk di dalamnya, hindari makan makanan berlemak dan minuman yang terlalu manis. Meskipun begitu, jangan pernah lupa sarapan karena sangat penting untuk mencegah diabetes. Diabetes juga dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur dan makan banyak sayur-mayur serta buah-buahan segar.


Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Terdapat 3 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A dapat diantsipasi dengan imunisasi hepatitis A. Sedangkan hepatitis B dapat diantisipiasi dengan menyuntikkan vaksin hepatitis B rekombinan dan vaksin dari plasma. Namun penyakit hepatitis yang paling mematikan adalah hepatitis C. Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegahnya.

Setiap orang memiliki peluang terkena hepatitis B. Yang harus diperhatikan ciri-ciri orang terkena hepatitis B tidak spesifik. Jika Anda sering kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan nyeri perut kanan atas,sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penularan Hepatitis B pun harus diwaspadai, karena penyebaran penyakit ini lebih cepat 100 kali dari virus HIV.

Penyebaran virus hepatitis B dapat melalui kulit yaitu lewat jarum suntik dan alat cukur, melalui selaput lendir berupa ciuman, dan penularan genetis dalam arti ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat melahirkan anak yang kemungkinan besar akan terkena hepatitis B.

Dr Lindsey Marcellin mengatakan kepada everydayhealth.com, gejala hepatitis C adalah demam, mual, sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri otot dan sendi serta kelelahan. Bila sudah akut, bagian putih mata Anda dapat berubah menjadi kuning. Ini alasan hepatitis juga dinamakan penyakit kuning.

Penularan hepatitis C biasanya melalui jarum suntik. Oleh karena itu, bila Anda disuntik, pastikan jarum Anda steril dan bebas dari infeksi. Selain itu, jangan pernah berbagi alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku, karena alat-alat tersebut sangat berpotensi menyebarkan virus Hepatitis C. Hubungan intim juga dapat menjadi sarana penularan Hepatitis C. Jangan bergonta-ganti pasangan, dan lakukanlah hubungan seksual dengan aman.

Kanker
Sebanyak 20.000 orang meninggal akibat penyakit kanker di seluruh dunia, setiap harinya. Kanker juga termasuk salah satu penyakit terselubung yang dapat merenggut nyawa. Ada beberapa jenis penyakit kanker, namun beberapa yang paling mematikan adalah kanker hati, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker darah (leukemia).

Berikut dijelaskan gejala-gejala kanker menurut Yayasan Kanker Indonesia di situs resminya. Jika Anda mengalami gangguan saat buang air kecil ataupun besar, berhati-hatilah karena itu merupakan salah satu gejala kanker. Susah menelan dan alat pencernaan yang terganggu juga patut diwaspadai. Bila terdapat benjolan di salah satu bagian tubuh terutama payudara Anda, langsung diperiksakan ke dokter. Gejala lain adalah tahi lalat yang gatal dan semakin membesar. Bekas luka yang tak kunjung sembuh juga merupakan salah satu gejala kanker.

Tapi jangan khawatir karena kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat sejak usia muda. Beberapa di antaranya adalah dengan mengatur pola makan, kurangi makanan berlemak dan yang sudah lama diawetkan; dan perbanyak makanan segar terutama sayur dan buah. Hindari stres dan kurangi minuman beralkohol serta rokok.

Gagal Ginjal
Penyakit ini tak kenal usia. Tua maupun muda dapat terkena gagal ginjal. Ciri penyakit ginjal yang paling umum adalah perubahan warna urin dan nyeri saat buang air kecil. Selain itu, sebaiknya waspada jika Anda mengalami gejala-gejala seperti rasa gatal yang berlebihan, kepala pusing, sulit berkonsentrasi, sesak nafas, tubuh kedinginan sampai menggigil, dan sakit di daerah pinggang.

Gagal ginjal dapat disebabkan karena komplikasi diabetes atau tekanan darah tinggi, seperti diungkapkan oleh dr Tim Kenny di patient.co.uk. Awalnya, faktor gaya hiduplah yang merupakan salah satu penyebab gagal ginjal. Pekerja yang bekerja di malam hari rentan terkena gagal ginjal. Hal ini dikarenakan merekasering meminum suplemen agar tetap kuat bekerja. Minum lebih banyak air putih agar terhindar dari penyakit ini. Kurangi menu berlemak, makanan manis, dan junk food. Olahraga sebaiknya dilakukan minimal empat kali seminggu dan 30 menit tiap sesinya.

Selamat mencoba gaya hidup sehat!

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar