Selasa, 14 Januari 2014

Kebebasan Finansial ala Lucy Wiryono

 




Biarkan uang bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya. Mau tahu caranya?

“Makan siang di luar, yuk!”
“Duh, tanggal tua nih...Isi dompet sudah tipis!”

Pernah mendengar percakapan di atas atau Anda mengalaminya sendiri? Sering kali kondisi ‘besar pasak daripada tiang’ alias pendapatan tidak mencukupi semua kebutuhan dan keinginan. Ini dapat membuat Anda menghabiskan seumur hidup hanya untuk bekerja!

Lalu bagaimana caranya terbebas dari beban tersebut? Yuk, fokus pada perencanaan keuangan yang lebih baik agar Anda mencapai kebebasan finansial. Apa sih, sebenarnya kebebasan finansial?

Kebebasan finansial merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki tabungan yang lebih dari cukup, serta hasilnya mampu mencukupi kebutuhan gaya hidup yang diinginkan. Kebebasan finansial juga dapat didefinisikan sebagai fase ketika Anda berada dalam ketenangan dan mantap dengan pilihan untuk tidak bekerja lagi demi uang, melainkan uang yang bekerja untuk Anda (passive income). Yang dimaksud dengan passive income adalah uang yang masuk tanpa Anda harus bekerja.

Lalu, bagaimana cara konkret yang harus dilakukan demi mencapai kebebasan finansial? Anda bisa menabung, melakukan investasi, dan hidup hemat. Tentunya hal-hal tersebut harus dibarengi dengan kerja keras, cerdas, disiplin, dan berani mengambil keputusan.

Menabung bisa Anda lakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menyisihkan pendapatan menjadi tabungan atau deposito secara rutin. Menabung memang menunda kesenangan di masa sekarang, namun hasilnya akan sangat efektif untuk kebahagiaan yang lebih besar di masa depan.

Demi mendapatkan hasil yang lebih baik,menabung sebaiknya dikombinasikan dengan investasi, seperti reksa dana, saham, properti atau membuka bisnis dibidang yang Anda sukai. Di samping itu, Anda bisa menerapkan gaya hidup hemat, misalnya memasak sendiri, karena selain lebih sehat, Anda juga bisa menghemat lebih banyak. Contoh lainnya adalah hanya membeli barang-barang yang Anda perlukan dan menjauhkan diri dari godaan perilaku konsumtif.

Lucy Wiryono, akrab disapa Lucy, telah membuktikan teori kebebasan finansial ini. Selain aktif sebagai presenter acara olahraga di salah satu stasiun TV ternama Indonesia, ia juga kini menekuni dunia entepreneurship dengan merambah bidang kuliner melalui Holycow!

Bisnis restoran steak yang ditekuni sejak 2010 inilah bentuk investasi yang dipilih oleh Lucy dan sang suami. Dengan kerja keras, kecermatan, dan disiplin, kini Holycow! Steakhouse berkembang pesat.

“Kebebasan finansial bagi saya adalah saat keadaan finansial aman dan berimbang,” tutur Lucy.

Menurut wanita kelahiran Jakarta, 6 Januari 1978 ini, aman dalam arti semua kebutuhan pokok yang jadi prioritas terpenuhi, punya tabungan dan juga investasi untuk masa depan. “Tentu setelah semua hal utama terpenuhi, kita masih bisa memanjakan diri untuk menikmati hasil kerja kita,” tutur Lucy, yang juga penyiar radio.

Lalu bagaimana cara Lucy meraih kebebasan finansial? “Buat skala prioritas. Utamakan dan kelompokkan hal-hal yang penting dan tidak sekadar berfoya-foya,” ujarnya mantap.

Saat usahanya sedang berkembang, bukannya lupa diri, Lucy malah makin giat menabung. Kini ia dapat menikmati hasil kerja kerasnya. Kesulitan yang pernah dialami ketika merintis usaha berganti kehidupan bahagia setelah mencapai kebebasan finansial.

Anda juga ingin mencapai kebebasan finansial seperti Lucy Wiryono? Ikuti 3 tips berikut:

a. Tabungan + Investasi = Pengeluaran
Fase ini cocok bagi Anda yang belum menikah, karena biasanya belum memiliki tanggungan, atau utang. Pada fase ini, kondisi tabungan dan investasi berada dalam jumlah yang seimbang dengan pengeluaran. Hal ini berarti pendapatan yang diterima 50 persen digunakan untuk konsumsi, sedangkan sisanya untuk tabungan dan investasi.

b. Tabungan + Investasi = Pengeluaran - Tanggungan/Utang
Fase ini biasanya terjadi pada Anda yang telah berkeluarga. Pada zaman sekarang ini, upaya untuk mendapatkan utang lebih mudah, misalnya kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Pada fase ini, tabungan dan investasi akan jadi lebih sedikit dibandingkan fase yang pertama. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggungan atau utang yang harus dibayar. Untuk mencapai kebebasan finansial, Anda wajib menjaga keseimbangan antara tabungan, investasi dan pengeluaran, serta berhati-hati agar tak sampai terlilit utang.

c. Tabungan + Investasi = Pengeluaran - Utang + Asuransi
Fase ini paling bijak dilakukan oleh Anda yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Meskipun tabungan dan investasi tidak sebesar tahap sebelumnya, namun diperlukan adanya alokasi dana untuk proteksi keluarga. Proteksi ini biasanya dalam bentuk premi asuransi, baik asuransi dana pendidikan, jiwa, maupun kesehatan. Anda tak akan pernah tahu, kapan harga-harga semua kebutuhan pokok Anda dan keluarga, seperti biaya kesehatan dan pendidikan anak akan naik.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar