Selasa, 14 Januari 2014

Trik Memilih Investasi yang Tepat

 



Instrumen investasi yang tepat akan mempermudah langkah Anda dalam mencapai tujuan finansial Anda dan keluarga.   

Investasi merupakan proses menyisihkan dana demi memperoleh keuntungan di masa mendatang. Untuk mewujudkan tujuan finansial di atas lima tahun, misalnya mempersiapkan dana pensiun, investasi adalah pilihan yang tepat.

Agar tak salah langkah, sebelum memilih produk investasi, saya menganjurkan Anda untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Tentukan tujuan investasi
Cari tahu alasan Anda berinvestasi, apakah mengharapkan kenaikan nilai investasi atau mendapatkan penghasilan pasif yang rutin. Tujuan tersebut memengaruhi produk investasi yang dipilih. 
Sebagai contoh, jika Anda memilih investasi properti, maka properti tersebut harus disewakan apabila Anda ingin mendapatkan penghasilan rutin dari investasi tersebut. Jika mengharapkan keuntungan dari modal, berarti properti yang Anda beli harus dijual kembali dengan harga jual lebih tinggi agar mendapatkan keuntungan.
2. Kenali profil risiko investasi: konservatif, moderat, atau agresif
Profil risiko merupakan indikator toleransi Anda terhadap risiko kerugian dari dana yang Anda investasikan. Jika Anda menginginkan produk investasi yang aman karena tidak berani mengambil risiko kerugian, maka tergolong investasi konservatif. 
Bila Anda memilih investasi yang cukup berisiko agar mendapatkan imbal balik lebih tinggi, investasi tersebut tergolong moderat. Sedangkan, jika Anda berani menanggung risiko tinggi agar mendapatkan keuntungan sangat tinggi, investasi tersebut tergolong agresif.
Untuk kategori konservatif, produk investasi yang tepat adalah reksa dana pendapatan tetap atau surat utang negara semacam Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang aman. Sedangkan untuk moderat adalah properti dan logam mulia. Untuk kategori agresif adalah reksadana saham.

3. Perhatikan usia dan jangka waktu investasi
Profil risiko bisa ditentukan oleh usia pelaku investasi dan jangka waktu investasi. Semakin muda usia, umumnya orang semakin agresif dalam berinvestasi.

4. Hindari investasi di satu keranjang
Ingat nasihat berikut: jangan taruh seluruh telur yang Anda miliki di satu keranjang? Sebab jika keranjang jatuh, maka seluruh telur Anda akan pecah. Begitu pula prinsip berinvestasi. Bila menaruh dana Anda dalam beberapa instrumen investasi, Anda tetap punya cadangan kalau ada salah satu instrumen yang mengalami kerugian.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar