Selasa, 14 Januari 2014

Makanan Organik, Tren atau Kebutuhan?

 




Makanan organik yang sehat ternyata memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Tren makanan organik kian digandrungi masyarakat luas. Meski saat ini di Indonesia belum ada pihak yang bisa menjamin suatu produk tergolong organik atau tidak, karena belum ada badan khusus yang memberikan standarisasi produk organik, namun hal ini tak menyurutkan minat para penggiat hidup sehat untuk mengonsumsinya.

Makanan organik berasal dari tanaman organik yang diproses dengan cara alami tanpa menggunakan pestisida atau zat kimia lainnya. Tanaman organik ini diolah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Acuan produk organik yang bebas pestisida di Indonesia saat ini ada 7 lembaga organik yang telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional), menurut situs www.bumn.go.id.

Tujuh LSPO (Lembaga Sertifikasi Pangan Organik) tersebut adalah LSPO Sucofindo, LSPO Mutu Agung Lestari, LSPO INOFICE, LSPO BIOCert Indonesia, LSPO Sumatera Barat, LSPO LeSOS (Lembaga sertifikasi Organik Seloliman), dan LSPO Persada.

Lalu, apa saja manfaat mengonsumsi makanan organik bagi tubuh kita? Berikut manfaatnya, seperti dilansir www.magforwomen.com:

1. Lebih sehat dan aman
Makanan organik terbilang sehat dan aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Makanan yang terbuat dari tanaman yang terkena pestisida terbukti berbahaya bagi kesehatan.

2. Memiliki banyak nutrisi
Produk organik mengandung mineral dan vitamin 10-200 persen lebih banyak daripada non-organik. Makanan organik juga memiliki banyak kandungan antioksidan dan asam lemak yang bermanfaat bagi tubuh.

3. Menurunkan berat badan
Karena tidak menggunakan pupuk kimia, makanan organik tidak mengandung residu kimia berbahaya. Residu yang terakumulasi dalam lemak tubuh dapat menyebabkan berat badan naik.

4. Ramah lingkungan
Pertanian organik tidak memancarkan bahan kimia berbahaya di udara sehingga dapat mengurangi polusi udara. Pertanian organik juga mengurangi erosi tanah.
Seorang selebritas yang mengonsumsi sayur dan buah organik, Sophie Navita, merasakan manfaat makanan organik bagi tubuhnya. “Semakin sedikit zat kimia yang masuk ke tubuh, semakin ringan tubuh bekerja, semakin sehat pula,” tutur presenter, aktris, dan penyanyi ini.

Sophie memberikan kiat memilih makanan organik. “Jangan percaya sayur dan buah yang cantik sehingga ulat saja tidak mau mendekat. Itu artinya ulat merasakan ada zat yang berbahaya di situ,” paparnya. Ia juga menambahkan bahwa ukuran sayur dan buah organik biasanya tidak seragam. Bila seragam, bisa dipastikan telah melalui proses kimiawi yang berbahaya.

Lalu, di mana bisa mendapatkan makanan organik? Beberapa tahun lalu, mencari bahan makanan organik masih cukup sulit. Namun kini, makanan organik, baik sayur maupun buah, telah tersedia dan tersebar di berbagai pasar swalayan atau toko khusus makanan organik.

Jika tak mau repot, Anda juga bisa memperoleh makanan organik siap saji, yang tersedia di berbagai rumah makan atau restoran khusus berlabel organik di sekitar Jakarta. Sebut saja restoran Healthy Choice, Warung Daun, dan Sehat Alami, yang memiliki perkebunan organik sendiri di Bogor.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar